Masa Sih Teknologi VAR Itu Bikin Ribet

Alkisah sekumpulun ibu-ibu rumah tangga yang sedang asik menyaksikan acara televisi pada prime time (jam 7 – 9 malam).  Sinetron menjadi tayangan utama di hampir seluruh televisi nasional. Antara sinetron di salah satu televisi dengan televisi lainnya dapat dikatakan hampir seragam. Dimana selalu menceritakan tentang seorang tokoh antagonis berparas cantik yang menyiksa tokoh protagonis.

Video Assistant Referee

Video Assistant Referee merupakan teknologi terbaru di dunia sepakbola

Tidak sedikit dari para ibu-ibu yang asik menonton sinetron tersebut merasa kesal akan tokoh antagonis yang selalu membuat tokoh protagonis menderita. Mungkin sekelumit ide ibu-ibu menyiratkan akan adanya harapan teknologi dunia pertelevisian di masa depan yang memungkinkan para penonton terlibat langsung. Sehingga dengan kata lain, mereka ibu-ibu dapat menentukan alur cerita dari sinetron yang mereka tonton.

Dapat dikatakan masih jauh dari realistis mengenai suatu teknologi yang memungkinkan untuk para penonton terlibat secara langsung dengan acara yang tengah ditampilkan melalui layar kaca. Interaksi antara penonton dengan siaran suatu acara televisi hanya terjadi ketika acara itu merupakan kuis-kuis. Biasanya kuis selalu hadir pada acara-acara sahur dan berbuka puasa. Umumnya interaksi terjadi melalui jaringan telepon ataupun media sosial.

Akan tetapi tidak seperti yang terjadi pada dunia sepakbola modern saat ini. Video Assistant Referee (VAR) merupakan sebuah teknologi yang secara resmi telah ditetapkan pada beberapa turnamen resmi FIFA. Suatu teknologi yang menjadikan tiga orang ‘penonton’ dapat mempengaruhi hasil akhir dari sebuah pertandingan. Bahkan teknologi itu juga dapat memperlambat jalannya pertandingan yang tengah berlangsung.

Piala Konfederasi 2017 yang baru digelar pada tengah bulan Juni lalu merupakan ajang sepakbola resmi yang menggunakan teknologi bernama VAR. Selain turnamen tersebut diadakan untuk meninjau kesiapan Rusia yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2018 mendatang. Ajang yang berhasil dimenangkan oleh Jerman itu juga menjadi salah satu ladang untuk melakukan uji coba penggunaan teknologi VAR. Dan hasilnya, FIFA menganggap bahwa teknologi itu sangat membantu wasit dalam menjalankan tugasnya.

Oh, Seperti Ini Ternyata Teknologi VAR

Membahas Video Assistant Referee, teknologi ini terdiri dari beberapa pengawas. Diantaranya yakni tiga wasit yang telah ditentukan secara resmi oleh FIFA. Namun tidak bertugas di atas lapangan, melainkan duduk manis di sebuah ruangan ber-AC. Sembari menyaksikan jalannya pertandingan melalui layar kaca. Dimana menampilkan beberapa titik sudut pandang kamera yang sulit untuk dijangkau oleh wasit di atas lapangan.

Video Assistant Referee

Wasit tengah melihat tayangan ulang video laga yang tengah berjalan

Apabila terjadi sebuah pelanggaran ataupun insiden lainnya yang tidak terlihat oleh wasit, maka secara langsung tiga wasit asisten itu akan menghubungi wasit yang bertugas dan memberikan pertimbangan tertentu dengan dibantu melalui tayangan ulang video. Kemudian hal itu akan ditindaklajuti oleh wasit dengan memberikan sebuah keputusan dari insiden yang terjadi.

Plus Minus Teknologi VAR

Penerapan teknologi semacam itu tentunya menghindari sejumlah keputusan wasit di atas lapangan yang kemungkinan berujung kontroversi. Dan teknologi Video Assistant Referee ini juga memperbaiki kinerja dari wasit yang tengah bertugas. Dengan kata lain, tidak ada satu tim yang merasa dirugikan akan beberapa keputusan wasit.

Video Assistant Referee

Wasit tengah berkomunikasi dengan tiga asisten wasit di ruang video

Namun di sisi lain, penerapan VAR ini membuat jalannya suatu pertandingan sepakbola menjadi bertele-tele. Dimana tidak, pasalnya VAR akan menghadirkan jeda waktu dalam suatu laga. Pasalnya, wasit utama akan terlebih dahulu berkomunikasi dengan tiga asisten yang berada di ruang video.

Walaupun jeda yang akan terjadi hanya hitungan menit, akan tetapi akan menghambat ritme pertandingan yang tengah berlangsung. Tentunya hal itu dapat merugikan tim yang tengah berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Akan tapi, keputusan wasit nantinya jauh lebih ‘sempurna’.

Comments are closed.